Saturday, July 19, 2014

Natural Gas and Ideal Gas



NATURAL GAS

  1. A gas is defined as a homogeneous fluid of low viscosity and density that has no definite volume but expands to completely fill the vessel in which it is placed.
  2. Generally, the natural gas is a mixture of hydrocarbon and nonhydrocarbon gases.
  3. The hydrocarbon gases that are normally found in a natural gas are methanes, ethanes, propanes, butanes, pentanes, and small amounts of hexanes and heavier.
  4. The nonhydrocarbon gases (i.e., impurities) include carbon dioxide, hydrogen sulfide, and nitrogen



Knowledge of pressure-volume-temperature (PVT) relationships and other physical and chemical properties of gases is essential for solving problems in natural gas reservoir engineering.

Friday, July 18, 2014

Manifestasi Panas Bumi di Permukaan

Steaming ground



Uap keluar dari permukaan tanah dari lapisan tipis dekat ke permukaan yang mempunyai kandungan air panas dengan  T≥ titik didih.Intensitas panas diperkirakan dari gradient temperatur
tabel steaming ground
 Note: di steaming ground mahkluk hidup tidak dapat bertahan



Warm ground

Temperatur tanah di area lebih besar temperatur tanah sekitar

Klasifikasi :
    1.  Non thermal area
          gradient temperatur 10-40˚ C /km
    2.  Thermal area
        - area semi thermal
           gradient temperatur 70-80˚ C/km
        - area hyperthermal ( contoh canary island)
           gradient temperatur sangat tinggi, sehingga
              dinyatakan dalam ˚ C/cm
Laju aliran panas (Q) ditentukan dari konduktivitas panas  (k) lapisan paling atas.
    Q = K (dt/dz)
    jika temperatur ˃ 25-30K˚/km tumbuhan akan terganggu
    survei → pemetaan temperatur
    contoh: kamojang pengukuran temperatur kedalaman 0.7 m (3 minggu)
    pengukuran dengan bimetalic strip Type thermometer, dengan membuat gridding di area survei

Coring dan Core Analysis



            Untuk dapat menentukan bahwa suatu reservoir migas dapat/ pantas untuk dikembangkan / dikelola maka diperlukan informasi yang pasti tenang jumlah HK yang ada didalamnya serta kemungkinan dari HK tersebut untuk di produksikan.

            Jumlah hidrokarbon yang ada di reservoir dapat di hitung  antara lain dengan  metode volumetric. Data yang diperlukan disini antara lain porsitas , saturasi dan data geologi. Sedang untuk memperkirakan jumlah HK yang  dapat di produksikan diperlukan informasi yang tepat tentang permeabilitas. Kesemua informasi tersebut dapat diperoleh dari beberapa macam test  dan analisa antara lain adalah :
1. Logging
2. Analisa batuan
3. Analisa  tekanan.
            Logging akan dibahas lebih lanjut pada matakuliah Penlaian Formasi dan analisa tekanan pada matakuliah Produksi ataupun  Well Testing. Dalam petrofisik yang akan dibahas hanyalah analisa batuan/ analisa core. Contoh batuan dapat diperoleh dari “Coring”  yaitu  pemboran khusus untuk mendapatkan  contoh batuan .


  • Coring

            Coring adalah pemboran khusus untuk mendapatkan besaran-besaran fisik dari batuan reservoir. Pemboran khusus ini sangat mahal biayanya karena membutuhkan peralatan khusus dan memakan waktu lebih lama dari pemboran biasa ( pemboran sumur keseluruhan) . Coring dilakukan pada interval tertentu yang diperlukan data-data petrofisiknya terutama pada zone produktif. Hasil dari coring diharapkan merupakan data yang valid  sehingga perlu penanganan yang cermat. Banyak factor yang dapat mempengaruhi  kualitas  maupun kuantitas coring antara lain :
  • Konstruksi dari peralatan
  • Kondisi dari formasi
  • Teknik pelaksanaan operasi Coring


  • Peralatan  Coring

Peralatan coring terdiri dari  :
1. Core bit :  adalah pahat yang khusus untuk coring berbeda dengan pahat pemboran
    biasa.  Pahat biasa menghancurkan batuan menjadi cutting/ssrpih akan tetapi  core bit
    akan memotong batuan berbentuk silinder. Pemilihan jebis core bit tergantung pada
    batuan formasi yang akan diambil contohnya. Dibawah ini salah satu contoh core bit 
   dan rangkaian alat coring

Rangkaian peralatan coring


2. Core  Barrel  : alat ini berfungsi

Thursday, July 17, 2014

Karakteristik Batuan Reservoir : Porositas

SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FLUIDA ( MINYAK,AIR & GAS) YANG ADA DIDALAMNYA ANTARA LAIN POROSITAS,KOMPRESIBILITAS, PERMEABILITAS,SATURASI, TEKANAN KAPILER  , DLL.

MENGAPA KITA PERLU MEMPELAJARI “PETROFISIK”?

1. Dalam usaha kegiatan eksplorasi
2. untuk melakukan perencanaan program penyelesaian dan kerja ulang sumur
3. langkah yang diperlukan dalam melakukan perencanaan pengembangan lapangan
4. untuk mengevaluasi kondisi sumur dan reservoir
5. data digunakan dalam perencanaan tahapan EOR

  • POROSITAS

    Definisi :  Porositas adalah sifat fisik  batuan reservoir yang menunjukkan kemampuan batuan menyimpan fluida didalam pori-porinya ,  dinyatakan dengan rumus :

Ditinjau dari  proses terbentuknya, porositas  dapat  dibedakan menjadi  dua yaitu : Porositas primer dan Sekunder

Porositas  Primer  yaitu pori-pori yang terbentuk/terjadi bersamaan dengan waktu pengendapan batuan yang besar kecilnya dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu antara lain :
 1. Susunan butir                     
 2. Pemilihan ( sorting) butir
 3. Bentuk atau kebundaran butir

Skin dan Pressure Drop pada sumur Migas

setelah mempelajari apa itu formation damage, maka selanjutnya dapat dilakukan perhitungan skin dan pressure drop yang terjadi.
Profil tekanan reservoir terhadap skin dan pressure drop
Perhatikan bahwa faktor skin hanya mempengaruhi respon tekanan pada zona sekitar lubang bor. Profil tekanan pada titik-titik di luar radius zona tidak terpengaruh oleh faktor skin
 .
Kita telah melihat bahwa penurunan tekanan tambahan karena skin pada lubang sumur dapat dihitung dari laju aliran dari fluida dan sifat batuan.